Minggu, 01 November 2015

#4 Tipikal Pria Turki secara Umum


Aku mengambil bantal, kemudian menyandarkannya ke dinding sebagai alas sandaran. Hujan di luar masih belum reda. Suaranya yang gemericik mampu kudengar, meski tidak begitu jelas.

Tipikal pria Turki?

Baru kali ini aku mendapatkan pertanyaan seperti ini. Biasanya mereka hanya meminta pendapat mengenai hubungan mereka. Dan sekarang aku benar-benar buta informasi tentang pria Turki. Satu-satunya referensi yang bisa kuharapkan adalah internet. Aku berharap ada orang yang berbaik hati telah menulis tentang hal tersebut.

Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Aha, aku menemukannya. Sebuah tulisan yang ditulis oleh seorang wanita yang kini tinggal di Turki, karena suaminya adalah pria Turki. Dalam tulisannya, ia bercerita bahwa secara umum pria Turki itu pencemburu. Bukan cemburu buta, lebih tepat dikatakan sebagai over protective kepada pasangannya. Mereka juga sering bicara keras, bukan karena marah, tapi memang sudah watak masyarakatnya seperti itu. Bagi kita yang terbiasa dengan basa-basi dan kelemah lembutan, mungkin akan kaget saat pertama kali mendengar nada tinggi orang Turki bicara. Dan apabila sudah menikah, biasanya sang ibu dari pria Turki ini akan berperan besar dalam rumah tangga sang anak. Tidak semua begitu, namun secara umum seperti itu.

Aku mangguk-mangguk, lalu segera membalas email dari perempuan bernama Hani Ramadhani tadi berdasarkan apa yang sudah kubaca.

Salam kenal Mbak Hani. Saya tidak bisa memastikan juga kalau pria yang Mbak kenal itu adalah pria baik-baik atau bukan. Percintaan dia dunia maya memang banyak liku-likunya. Banyak yang sukses bertemu jodoh baik-baik, namun banyak juga yang tertipu oleh para scammer. Saya sarankan Mbak menggali informasi lebih banyak mengenai pria itu. Setahu saya, apabila seorang lelaki sungguh-sungguh  dia akan menunjukkan keluarga, terutama ibunya, kepada Mbak. Coba saja minta agar dia menunjukkan ibunya saat kalian berkomunikasi via webcam. Jika dia mau, alhamdulillah. Berarti dia punya niat yang baik. Tapi jika tidak, banyak alasan, sebaiknya Mbak lebih berhati-hati.

Sekarang banyak sekali scammer di dunia maya. Terlebih Mbak Hani mengenailnya dari site Muslima.com. Saya pernah baca pengalaman beberapa orang yang tertipu oleh kenalan yang bertemu di site tersebut. Jadi lebih baik Mbak cari dulu informasi yang jelas. Pernikahan antar dua negara juga bukan perkara mudah. Mbak harus siap dengan bahasa dan budaya yang sama sekali berbeda. Namun jika sudah jodoh, insya Allah semua itu bisa dihadapi. Hanya inilah yang bisa saya sarankan. Semoga Mbak Hani mendapatkan pasangan terbaik. Baik untuk dunia dan akhirat.

Salam and regards
Elsa

Usai mengirim email, aku teringat facebook. Sudah hampir satu minggu aku tidak membukanya. Dalam hitungan detik, halaman facebook milikku sudah terbuka. Seperti biasa, aku akan membalas pesan masuk dari orang-orang yang kukenal dan mengabaikan sisanya, kemudian menjenguk facebook teman-teman lamaku untuk mengetahui kabar mereka, mengkonfirmasi permintaan pertemanan, berkomentar di status maupun foto yang menarik, dan mengkonfirmasi mana saja kiriman yang ditandai teman layak untuk muncul di kronologiku. Setelah itu semua, aktifitas di facebook pun tidak ada yang menarik lagi.

Tapi entah mengapa, sore itu, aku ingin sekali memiliki teman dari Turki di facebook. Mungkin aku terprovokasi oleh email yang dikirim wanita bernama Hani tadi. Lagipula selama ini aku tidak punya satu pun teman dari Turki. Aku penasaran untuk mengenal juh sifat mereka secara langsung. Tanpa buang waktu, segera kuketikkan nama di kotak pencarian. Pertama kugunakan nama yang paling umum, yaitu Ahmet. Ribuan Ahmet muncul di sana, tapi tidak satu pun kuanggap tepat. Lalu aku teringat pada seorang penyanyi Turki bernama Mustafa Ceceli. Aku punya beberapa lagunya di ponsel.

Oh, mungkin aku harus mengetik nama Mustafa. Beberapa saat kemudian, aku melihat ribuan nama Mustafa di layar. Awalnya tidak ada yang menarik, bisa terlihat dari penampilan dan raut wajah mereka yang rasanya tidak satu pun cocok dijadikan teman. Hingga kemudian, di antara ribuan Mustafa itu, mataku tertuju pada foto profil seorang lelaki berbaju kaos panjang warna biru. Dalam foto itu ia sedang menelepon dengan tubuh sedikit menghadap ke kiri. Kurasa, saat foto tersebut diambil, dia meminta temannya untuk memotret sementara dirinya berpose seolah sedang menerima telepon.

 Nama lengkapnya Mustafa Balci. Surname Balci memiliki arti ‘Tukang Lebah’. Aku tidak heran pada surname tersebut. Umumnya orang Turki memakai surname yang diturunkan dari ayah kandung di belakang nama mereka, seperti Emiroglu, Uzun, Ari, Simsek, Sahin, Gurcan, Calis, dan banyak lagi.


Aku menambahkan Mustafa Balci sebagai teman. Total ada tiga warga Turki yang kutambahkan sebagai teman, dua lainnya adalah wanita bernama Elif dan Zeynep. Ketiganya adalah nama paling pasaran di Turki. Mungkin nama Mustafa, Elif, dan Zeynep itu dipakai oleh ratusan ribu orang di sana.

2 komentar:

  1. Mba aku mAu tanya bagaimana dendam pria Turki beristri ,, dia katakan semua itu pada saya

    BalasHapus